Mengenal Bilirubin dan Penyebab Jumlah Bilirubin Meningkat

Bilirubin ialah  zat yang terbentuk secara normal dari proses penguraian sel darah merah di dalam tubuh. Zat berikut  yang menyerahkan  warna kuning pada tinja dan urine. Meski disusun  secara normal, terkadang terdapat  penyakit tertentu yang mengakibatkan  jumlah bilirubin meningkat. Apabila tidak diobati, situasi  ini dapat  menimbulkan masalah kesehatan serius.

Untuk memahami  kadar bilirubin dalam tubuh, diperlukan  pemeriksaan darah. Kadar bilirubin total yang normal pada orang dewasa ialah  sekitar 0,2 sampai  1,2 mg/dL (miligram per desiliter), sementara  pada anak-anak di bawah umur  18 tahun ialah  1 mg/dL.



Jika bertambah  sedikit, belum tentu urusan  itu  menandakan adanya kelainan. Namun andai  peningkatan kadar bilirubin lumayan  tinggi sampai  lebih dari 2 mg/dl, maka bisa jadi  besar ada situasi  medis atau penyakit tertentu yang mendasarinya.

Mengenal Bilirubin dan Penyebab Jumlah Bilirubin Meningkat - Alodokter

Penyebab Jumlah Bilirubin Meningkat
Jumlah bilirubin yang bertambah  di dalam darah dapat  terjadi karena tidak sedikit  sebab, antara lain:

1. Gangguan hati
Jumlah bilirubin dapat  meningkat dampak  kerusakan pada organ hati atau liver. Di dalam tubuh, bilirubin akan diubah  dan ditabung  di dalam empedu. Ketika terjadi kehancuran  pada hati, contohnya  pada penyakit hepatitis dan sirosis maka kadar bilirubin dapat  meningkat.

2. Penyakit pada empedu
Kandung empedu adalah organ yang bermanfaat  menampung cairan empedu. Di empedu berikut  bilirubin bakal  tersimpan.

Karena itu, andai  empedu terserang penyakit, laksana  batu empedu, penyusutan  saluran empedu, radang atau infeksi kandung empedu (dan tumor empedu, maka bilirubin dapat  meningkat jumlahnya.

Di samping  itu, kehancuran  pada organ lain di dekat  empedu, contohnya  pada penyakit kanker pankreas dan radang pankreas, juga dapat  menyebabkan bilirubin meningkat.

3. Kerusakan sel darah merah

Kondisi yang menciptakan  sel darah merah bobrok  lebih cepat, laksana  anemia sel sabit dan anemia hemolitik, dapat  menyebabkan jumlah bilirubin bertambah  drastis.

Pada bayi dan janin di dalam kandungan, kadar bilirubin dapat  meningkat dampak  kondisi yang dinamakan  eritroblastosis fetalis. Penyakit ini mengakibatkan  sel darah bayi hancur sebab  dirusak oleh sistem kekebalan tubuh ibunya.

Di samping  itu, pada orang yang baru menemukan  transfusi darah, kadar bilirubin dapat  meningkat bilamana  darah yang diterima tidak sesuai  dengan tubuhnya.

4. Efek samping obat-obatan

Ada sejumlah  jenis obat-obatan yang dapat memunculkan  efek samping berupa penambahan  kadar bilirubin. Obat-obatan ini tergolong  antibiotik, kortikosteroid, pil KB, indomethacin, dan obat antikejang, laksana  diazepam, flurazepam, dan phenytoin.

Pada permasalahan  tertentu, suplemen atau obat herba tertentu pun  dapat mengakibatkan  kadar bilirubin meningkat.

Selain sejumlah  kondisi medis di atas, kadar bilirubin dalam darah juga dapat  meningkat dampak  infeksi berat, gangguan tiroid, dan kelainan genetik, contohnya  sindrom Gilbert, hemokromatosis herediter, sindrom Rotor, dan sindrom Criggler-Najjar.

Dampak Bilirubin Tinggi
Jika kadar bilirubin tinggi dalam darah, maka tubuh akan merasakan  penyakit kuning (jaundice). Penyakit kuning ditandai dengan mata dan kulit yang menguning disertai gatal-gatal.

Tidak melulu  pada orang dewasa, jumlah bilirubin yang terlalu tidak sedikit  pada bayi yang baru bermunculan  ternyata pun  berbahaya. Kadar bilirubin yang tinggi pada bayi baru lahir seringkali  ditandai dengan kulit menguning yang hadir  pada wajah dan dahi terlebih dahulu, lantas  menyebar ke dada dan unsur  tubuh lain. Di samping  itu, bayi pun  mungkin akan merasakan  lesu, menangis terus-menerus, atau bahkan kejang.

Bila tidak segera ditangani, kadar bilirubin yang tinggi pada bayi bisa  menyebabkan kehancuran  otak (kernikterus), masalah saraf, sampai  kematian. Oleh sebab  itu, bayi yang merasakan  penyakit kuning membutuhkan  perawatan khusus guna  menurunkan kadar bilirubin dalam darahnya. Salah satu perawatannya ialah  dengan fototerapi.

Nah, dari informasi di atas dapat  disimpulkan bahwa bertambahnya  kadar bilirubin, khususnya  yang telah  menimbulkan fenomena  penyakit kuning, ialah  kondisi yang butuh  segera diperiksakan ke dokter.

Dalam menilai  diagnosis, dokter akan mengerjakan  pemeriksaan jasmani  dan penunjang, laksana  tes darah guna  menilai kadar bilirubin dan USG hati dan empedu. Setelah kadar bilirubin dijamin  meningkat, maka dokter dapat mencoba  pengobatan cocok  dengan hal  penyebabnya.

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Manfaat dan Cara Melakukan Yoga

Ketahui Berbagai Jenis Obat Demam Tradisional