Ini Bahaya Memberikan Makanan Bayi Menggunakan Botol Susu

Memberikan ASI, susu formula, atau air putih untuk  bayi memakai  botol susu sebetulnya  boleh saja. Namun, Bunda butuh  tahu bahwa kelaziman  ini bisa riskan  untuk bayi, lho. Yuk, kenali apa saja bahayanya dan bagaimana teknik  yang aman untuk menyerahkan  makanan bayi memakai  botol susu.

Botol susu tidak sedikit  digunakan sebab  lebih praktis, dapat  digunakan untuk menyerahkan  ASI (air susu ibu) untuk  bayi walau  ibu sedang bekerja atau tidak dapat  menyusui langsung, serta dapat  menakar pemberian ASI atau sufor (susu formula). Meski begitu, pemakaian  botol susu dinilai bisa  berbahaya untuk  bayi, andai  tidak dilaksanakan  secara hati-hati.


Ini Bahaya Memberikan Makanan Bayi Menggunakan Botol Susu - Alodokter

Beragam Bahaya Memberikan Makanan Bayi Menggunakan Botol Susu
Berikut ialah  beberapa bahaya yang yang barangkali  terjadi pada bayi dampak  mengonsumsi makanannya lewat botol susu:

Makan berlebih
Secara naluri, bayi yang menyusu langsung pada payudara lebih dapat  menakar rasa lapar dan kenyangnya. Bayi yang menyusu langsung pada payudara seringkali  akan segera berhenti menyusu ketika  ia merasa kenyang. Namun, lain  halnya andai  bayi menyusu dengan botol susu.

Menyusu lewat botol susu dapat menciptakan  Si Kecil tidak peka terhadap rasa kenyang dan lapar, terlebih andai  Bunda tidak jarang  memaksanya untuk menguras  susu yang terdapat  di botol. Kebiasaan ini dapat  membuat bayi santap  secara berlebihan dan merangsang  obesitas pada bayi.

Gigi busuk
Bayi yang telah  mempunyai  gigi dan memiliki kelaziman  minum susu atau minuman manis dengan botol susu sampai  tertidur berisiko merasakan  gigi busuk. Penyebabnya ialah  sisa susu atau minuman manis pada gigi dan mulut yang dapat  memicu perkembangan  bakteri. Bakteri berikut  yang lantas  akan menimbulkan kehancuran  dan pembusukan gigi.

Mungkin Bunda beranggapan  bahwa gigi susu bayi yang busuk pun  nantinya bakal  tanggal dan digantikan gigi dewasa. Eits, tidak boleh  salah, Bun. Gangguan pada gigi bayi dan anak-anak, sekalipun melulu  gigi susu, dapat  menyebabkan gangguan santap  dan gangguan berbicara, lho. Jadi, secara tidak langsung bakal  memengaruhi tumbuh kembang anak.

Tersedak dan infeksi telinga
Memberikan susu memakai  botol susu sampai  bayi tertidur juga riskan  lho, Bunda. Selain dapat  membuatnya tersedak, kelaziman  ini juga dapat  menyebabkan ASI atau susu rumus  mengalir ke tuba eustachius yang adalah saluran penghubung telinga, hidung, dan tenggorokan. Hal ini dapat  meningkatkan risiko bayi merasakan  infeksi telinga.

Tips Aman Memberikan Makanan Bayi Menggunakan Botol Susu
Jika Bunda tetap hendak  menggunakan botol susu untuk menyerahkan  ASI, sufor, atau minuman lain untuk  Si Kecil, ada sejumlah  hal yang butuh  Bunda perhatikan:

Pastikan botol yang akan dipakai  sudah dibersihkan  bersih.
Jika hendak  memberikan ASI perah, pastikan Bunda menghangatkan ASI terlebih dahulu dengan teknik  merendam botol mengandung  ASI dalam wadah mengandung  air hangat.
Usahakan posisi saat menyerahkan  ASI atau susu rumus  menggunakan botol susu sama dengan posisi menyusui lewat payudara, yakni  menggendong Si Kecil dengan posisi kepala dan bahunya bersandar pada lekukan lengan Bunda.
Jika umur  Si Kecil masih tidak cukup  dari 6 bulan, tidak boleh  memberikannya air ataupun minuman manis lain, karena dapat  mengganggu perkembangan  Si Kecil dan memunculkan  gangguan pencernaan. Ingat, sampai umur  6 bulan, makanan utama bayi ialah  ASI.

Perhatikan firasat  bayi telah  kenyang, untuk menangkal  pemberian ASI atau sufor yang berlebihan.
Setelah menyerahkan  Si Kecil ASI atau sufor dengan botol susu, tidak boleh  lupa untuk mencuci  lidah dan mulutnya supaya  tidak ada saldo  susu yang masih menempel.
Jangan biarkan botol susu tetap terdapat  di mulut Si Kecil ketika  ia tampak  mengantuk.
Di samping  itu, Bunda pun  perlu mengetahui teknik  memilih botol susu yang aman guna  bayi, teknik  membersihkan dan mensterilkan botol susu dengan benar, serta teknik  menyimpan botol susu guna  menghindari kontaminasi virus maupun bakteri penyebab infeksi.

Dengan mengerjakan  cara-cara di atas, Bunda bisa  menghindari sekian banyak   bahaya pemberian makanan bayi memakai  botol susu, sampai-sampai  botol susu tetap aman dipakai  bila Bunda tidak dapat  menyusui secara langsung. Jika Bunda cemas  Si Kecil merasakan  gangguan kesehatan dampak  pemakai an botol susu, tidak boleh  ragu guna  memeriksakannya ke dokter, ya.

Comments

Popular posts from this blog

Mengenal Bilirubin dan Penyebab Jumlah Bilirubin Meningkat

Manfaat dan Cara Melakukan Yoga

Ketahui Berbagai Jenis Obat Demam Tradisional